Home » Kabar Kota » Kalau Ada Pegawai ‘Memalak’ Rakyat, Kirim SMS ke Gubernur, Mereka akan Diproses, Begini Caranya…

Kalau Ada Pegawai ‘Memalak’ Rakyat, Kirim SMS ke Gubernur, Mereka akan Diproses, Begini Caranya…

PEKANBARUPOS.COM (PPC),PEKANBARU – Gerah menerima laporan masih banyaknya praktek pungutan liar (pungli) atau bahasa lainnya ”memalak” masyarakat, Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman akhirnya membuka layanan pengaduan melalui pesan singkat (SMS). Bukan hanya soal pungli, aduan juga bisa juga masalah izin dan tingkah laku oknum pegawai negeri.Dikatakan Andi Rachman (sapaan akrab Gubernur Riau,red), masyarakat bisa melapor hanya dengan mengirim SMS ke nomor 08117589000.Melalui SMS layanan pengaduan ini, Andi Rachman mengakui, dirinya akan jauh lebih cepat menerima berbagai pengaduan. Tentunya akan lebih cepat juga untuk ditindaklanjuti oleh tim sapu bersih (Saber) pungli.”Masyarakat sering mengeluhkan adanya pungli-pungli di sekolah. Padahal pemerintah sudah secara tegas melarang hal itu. Dengan nomor ini, masyarakat bisa melapor langsung,” kata Andi Rachman kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Senin siang.

Bukan itu saja, bahkan masyarakat juga bisa mengadukan berbagai pelayanan pemerintah. Seperti halnya pengurusan surat-menyurat, perizinan hingga layanan publik lainnya.Dengan adanya SMS Center tersebut, orang nomor satu di Riau ini pun berharap oknum-oknum tidak bertanggung jawab dapat mengurungkan niatnya untuk yang memalak masyarakat.Begitu juga dengan Aparatur Sipil Negara (ASN), menurutnya, dengan adanya SMS Center, ASN yang lalai akan pekerjaannya dalam melayani masyarakat akan jauh lebih mudah diketahui dan mendapat teguran.”Masyarakat silakan melaporkan aduannya melalui sms center, kami akan tindak lanjuti secepatnya,” pungkas Andi. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pengembangan Ekowisata di Wakatobi Wujud Sinergi Jasa Raharja Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

PEKANBARUPOS.COM, JAKARTA – Jasa Raharja bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mendukung pengembangan ...