Home » Kabar Kota » Jangan Kaget, Ini Jumlah Tenaga Kerja Asing yang ‘Cari Nafkah’ di Riau

Jangan Kaget, Ini Jumlah Tenaga Kerja Asing yang ‘Cari Nafkah’ di Riau

PEKANBARUPOS.COM (PPC),PEKANBARU – Data dari sejumlah kantor keimigrasian yang tersebar di Provinsi Riau mencatat, terdapat sekitar 1.009 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang mencari nafkah alias bekerja. Mereka tersebar di 132 perusahaan di Riau.

Paling banyak terdapat di Siak. Kantor Imigrasi di sana mencatat, ada 448 TKA di 16 perusahaan. Tempat kedua adalah Kota Pekanbaru. Menurut data kantor Imigrasi Kelas I Pekanbaru (mencakup Kuansing, Pelalawan dan Rohul), ada 338 TKA yang bekerja di 75 perusahaan.Berikutnya adalah Kota Dumai. Menurut data Kantor Keimigrasian di sana, ada 171 TKA di 23 perusahaan. Sedangkan sisanya terdapat di Inhil. Menurut data kantor Keimigrasian Kelas II Tembilahan (mencakup Inhu), TKA ini berjumlah 49 orang (16 perusahaan).Selanjutnya di Kabupaten Bengkalis. Menurut data Kantor Keimigrasian Kelas II Bengkalis, tercatat ada dua TKA (1 perusahaan). Terakhir di Rohil berjumlah satu TKA (1 perusahaan).

“Itu data rekapilutasi keimigrasian sepanjang tahun lalu (2016) sampai dengan sekarang. Posisi hari ini masih sama,” ungkap Kepala Divisi (Kadiv) Keimigrasian Wilayah Riau, Sutrisno kepada GoRiau.com (GoNews Group) Kamis (19/1/2017) pagi.Jumlah tersebut merupakan pekerja asing yang tercatat (terdata). Tidak diketahui berapa jumlah TKA lainnya yang diduga masuk secara ilegal, seperti kasus yang terungkap di PLTU Tenayan Raya, Kota Pekanbaru beberapa hari lalu.Belum diketahui entah dari mana TKA ini masuk, dan siapa pihak yang bertanggung jawab. Aparat yang berwenang masih mendalaminya, dan para TKA tersebut masih diproses di Kantor Keimigrasian Kota Pekanbaru. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pengembangan Ekowisata di Wakatobi Wujud Sinergi Jasa Raharja Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

PEKANBARUPOS.COM, JAKARTA – Jasa Raharja bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mendukung pengembangan ...