Tips Agar Anak Fokus Makan Tanpa Gadget, Orang Tua Diminta Lebih Konsisten

Lifestyle35 Views

Kebiasaan anak makan sambil menonton gawai atau bermain gadget semakin sering ditemui di berbagai keluarga. Meski dianggap praktis karena membuat anak mau makan, kebiasaan ini dinilai berisiko mengganggu pola makan, perkembangan emosi, hingga kesehatan jangka panjang anak.

Pakar kesehatan anak menilai penggunaan gadget saat makan dapat membuat anak kehilangan kesadaran terhadap rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, anak berpotensi makan berlebihan atau justru tidak mengenali kebutuhan nutrisinya sendiri. Selain itu, fokus anak yang teralihkan layar juga dapat memperpanjang waktu makan dan menurunkan kualitas interaksi keluarga.

Sejumlah tenaga kesehatan menyarankan orang tua mulai menerapkan kebiasaan makan tanpa gadget sejak dini. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menciptakan suasana makan yang nyaman dan menyenangkan. Orang tua disarankan duduk bersama anak, memberikan contoh makan tanpa ponsel, serta mengajak anak berbincang ringan selama waktu makan.

Menetapkan jadwal makan yang konsisten juga dinilai efektif. Anak yang memiliki waktu makan teratur cenderung lebih siap secara fisik dan mental saat duduk di meja makan. Dengan demikian, anak tidak mudah rewel atau mencari distraksi lain seperti gadget.

Selain itu, orang tua dianjurkan untuk menyajikan makanan dengan tampilan menarik dan porsi sesuai usia anak. Warna makanan yang beragam, bentuk lucu, atau penyajian yang variatif dapat meningkatkan minat anak untuk fokus pada makanannya tanpa perlu hiburan tambahan dari layar.

Pendekatan komunikasi yang positif juga menjadi kunci. Orang tua diminta menghindari paksaan atau ancaman saat anak sulit makan. Sebaliknya, berikan pujian ketika anak mau makan dengan baik dan tetap tenang meski tanpa gadget. Sikap ini membantu anak membangun hubungan positif dengan makanan.

Pakar juga mengingatkan agar orang tua tidak langsung menyerah ketika anak menolak makan tanpa gadget. Proses adaptasi membutuhkan waktu dan konsistensi. Pada awalnya, anak mungkin hanya mampu makan tanpa gadget selama beberapa menit, namun durasi tersebut bisa meningkat secara bertahap.

Makan bersama keluarga tanpa gangguan gadget tidak hanya bermanfaat bagi asupan nutrisi anak, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Interaksi sederhana di meja makan dinilai penting untuk perkembangan sosial dan bahasa anak.

Dengan pendampingan yang konsisten dan lingkungan makan yang kondusif, kebiasaan makan tanpa gadget dapat dibentuk secara alami. Orang tua diharapkan menjadikan waktu makan sebagai momen berkualitas, bukan sekadar rutinitas harian.