Kenali Water Birth, Metode Persalinan di Air yang Dinilai Minim Stres

Lifestyle17 Views

Metode persalinan melahirkan di dalam air atau water birth semakin diminati oleh sebagian ibu hamil di Indonesia. Metode ini dinilai memberikan kenyamanan lebih selama proses persalinan, terutama bagi ibu dengan kehamilan normal dan berisiko rendah.

Water birth dilakukan dengan menempatkan ibu di dalam kolam atau bak berisi air hangat sejak fase pembukaan hingga proses kelahiran bayi. Air hangat dipercaya membantu tubuh ibu menjadi lebih rileks sehingga kontraksi dapat terasa lebih ringan.

Tenaga kesehatan menyebutkan, salah satu manfaat utama melahirkan di dalam air adalah pengurangan rasa nyeri persalinan. Efek daya apung air mampu mengurangi tekanan pada tubuh ibu, terutama di area panggul dan punggung, sehingga ibu lebih nyaman saat menghadapi kontraksi.

Selain itu, kondisi tubuh yang lebih rileks dapat membantu ibu mengontrol pernapasan dan emosi selama proses persalinan. Lingkungan air yang hangat dan tenang juga dinilai mampu menurunkan tingkat stres dan kecemasan menjelang kelahiran.

Manfaat lain yang sering dikaitkan dengan water birth adalah meningkatnya elastisitas jaringan perineum. Air hangat membantu melunakkan jaringan di sekitar jalan lahir, sehingga pada beberapa kasus dapat menurunkan risiko robekan atau tindakan episiotomi.

Bagi bayi, proses kelahiran di dalam air dianggap memberikan transisi yang lebih lembut. Bayi berpindah dari lingkungan cairan ketuban ke air hangat sebelum akhirnya diangkat ke permukaan, sehingga adaptasi awal dinilai lebih tenang.

Meski demikian, tenaga medis mengingatkan bahwa melahirkan di dalam air tidak dianjurkan untuk semua ibu hamil. Metode ini umumnya hanya direkomendasikan bagi kehamilan tanpa komplikasi, seperti tidak adanya perdarahan, infeksi, atau gangguan kesehatan pada ibu maupun janin.

Pelaksanaan water birth juga harus dilakukan di fasilitas kesehatan yang memiliki standar keamanan memadai, air bersih dengan suhu terkontrol, serta pengawasan dokter atau bidan berpengalaman. Jika selama proses persalinan muncul kondisi darurat, ibu harus segera dialihkan ke metode persalinan konvensional.

Dengan pengawasan yang tepat, melahirkan di dalam air dapat menjadi salah satu alternatif persalinan alami yang aman dan nyaman. Namun, keputusan memilih metode ini tetap perlu melalui konsultasi medis agar keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas utama.

News Feed