Home » Kabar Kota » Seminar Arsitektur Melayu di Siak, Syamsuar Berharap Bisa Memberikan Kontribusi dan Ide Cemerlang

Seminar Arsitektur Melayu di Siak, Syamsuar Berharap Bisa Memberikan Kontribusi dan Ide Cemerlang

PEKANBARUPOS.COM (PPC),SIAK SRI INDRAPURA, – Bupati Siak H Syamsuar mengatakan, karya arsitektur melayu sebagai warisan edukasi dan sejarah diupayakan menjadi bagian dari Kota Pusaka, seperti bangunan Istana Siak, Balai Rung Sri Kerapatan Tinggi dan Masjid Sahabuddin.”Ketiga bangunan itu merupakan bagian dari bukti sejarah peradaban Kesultanan Siak dan kemashuran arsitektur melayu,” ujar Syamsuar, saat membuka Seminar Arsitektur Nasional di Gedung LAM Siak, Rabu .Melalui seminar ini, Syamsuar berharap mampu menyumbangkan kontribusi gagasan dan ide cemerlang. Dalam rangka merumuskan kembali Identitas Arsitektur Melayu dalam derap langkah pembangunan lansekap Kabupaten Siak.”Harapannya identitas Arsitektur Melayu, sebagai daerah yang modern di Provinsi Riau, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisinya, Memangku Adat Menjemput Kejayaan Siak Sri Indrapura,” ungkap Bupati.

“Kami menyambut baik dengan adanya seminar ini dan sangat bangga karena Siak ditunjuk sembagai tuan rumah oleh Ikatan Arsitek Indonesia Daerah Provinsi Riau, yang mana acara ini dihadiri oleh para arsitek muda yang berasal dari berbagai daerah,” jelasnya.Bukti sejarah arsitek melayu yang ada di Siak seperti gedung LAM, dan ini nantinya akan menjadi sumbangsih bagi arsitek-arsitek muda yang ada di Siak khususnya dan para peserta seminar ini.”Semoga nantinya akan adanya semacam rekomendasi atau masukan bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, setelah diadakannya seminar ini,” pungkasnya.Seminar Nasional Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) daerah Riau itu, bertajuk Arsitektur Nusantara menarik perhatian sejumlah kalangan. Terlihat dari ramainya peserta memadati ruang lantai dua gedung LAM Siak.Ada tiga pemateri yang mengisi seminar nasional tersebut. Diantaranya, Yoris Antar (IAI), Amrun Budayawan Siak dan OK Nizami Jamil Budayawan Riau.Salah satu peserta, saat dijumpai sebelum acara dimulai, Cahaya Murni asal kota Batam, mengaku tertarik datang karena berhubungan dengan Arsitektur Melayu. Kebetulan Kota Batam akan membangun masjid agung yang besar, kaitannya dengan seminar ini adalah sebagai referensi arsitektur melayu.Dijelaskannya, bagaimana nanti cara penerapan pada bagian-bagian ruang masjid tersebut yang tidak menyalahi kaidah dan konsep melayunya, termasuk ornamen dan filosofinya.Sehingga apa yang didapatkan dari seminar ini, lanjut Cahaya, bisa di terapkan pada perencanaan ‘review design’ untuk masjid agung tersebut. Karena pada dasarnya Kota Batam masih satu rumpun melayu, yang dulunya masih bersatu dengan Riau.Ketua LPJK Afriandi memuji Kota Siak yang dinilai luar biasa. “Saya melihat banyak kota yang sudah tidak memperdulikan bangunan tua yang ada di daerahnya, hal ini terjadi karena pembangunan kota dalam hal ini bentuk bangunan tergantung dengan investornya. Tapi apa yang saya lihat di Siak sangat berbeda,” ujarnya.Dengan hadirnya para arsitek muda yang datang jauh dari daerahnya, serta narasumber yang luar biasa, ini menjadi pertanda positif bagi arsitektur melayu Riau kedepan. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Alumni Unpad Diharapkan Terus Jaga Eksistensi untuk Membangun Riau

PEKANBARUPOS.COM – Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR)  Dr drh Chaidir MM berharap ...