Home » Kabar Kota » Jalannya Tanah, Jembatan Akses Menuju Desa Kebun Tinggi Kampar Kiri Hulu Terbuat Dari Kayu

Jalannya Tanah, Jembatan Akses Menuju Desa Kebun Tinggi Kampar Kiri Hulu Terbuat Dari Kayu

PEKANBARU.COM (PPC),PEKANBARU – Cerita tentang parahnya infrastruktur jalan menuju sejumlah desa di Kampar Kiri Hulu juga dikisahkan oleh komunitas 1.000 Guru Riau.

Saat kelompok ini melakukan survei sambil mengajar ke Desa Kebun Tinggi, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, pada 21-22 Januari 2017, kesulitan mencapai lokasi karena tak memadainya sarana jalan menjadi cerita paling ‘mengesankan’.

Diceritakan Zulfah selaku leader komunitas 1.000 Guru Riau, mereka tidak hanya menemukan sarana dan prasana pendidikan yang kurang memadai. Sebelum sampai di lokasi kegiatan, mereka harus berjibaku melawati jalanan tanah kuning, licin, tidak rata, hingga bebatuan.

Setiap jembatan penghubung yang mereka temui pun turut memberikan tantangan sebelum sampai di Desa Kebun Tinggi.

Untuk dapat menaklukkan medan yang berat tersebut, tim 1.000 Guru Riau saat itu dibantu loleh komunitas mobil off road Suzuki Jip Pekanbaru (SJP), menggunakan mobil 4×4.

Kata Zulfah, Desa Kebun Tinggi merupakan satu dari empat daerah pelosok yang berada Kanagarian Pangkalan Kapas, Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Selain desa tersebut, tiga desa lainnya yakni Desa Lubuk Bigau, Desa Pangkalan Kapas dan Desa Tanjung Permai, dengan kondisi jalanan yang tidak jauh berbeda.

Dari Pekanbaru, untuk menuju Desa Kebun Tinggi, tim survei 1.000 Guru Riau masuk melalui Simpang Gema yang terdapat di Kecamatan Lipat Kain, Kabupaten Kampar.

Dari Simpang Gema, mereka terlebih dahulu melewati Desa Batu Sasak dengan kondisi jalan yang tidak semuanya mendapatkan pengaspalan. Setelah melalui Batu Sasak, rombongan lalu melintasi jalanan yang benar-benar membutuhkan konsentrasi ekstra.

“Berapa jaraknya kami tidak tahu pasti. Sebelum sampai ke Kebun Tinggi, dari Batu sasak terlebih dahulu kita melewati Desa Lubuk Bigau. Saya perkirakan dari Batu Sasak ke Lubuk Bigau lebih kurang 10 kilometer dengan lama perjalanan kurang lebih 3 jam, itu kita pakai mobil double gardan,” tuturnya, didampingi Eki, tim survei 1.000 Guru Riau.

Tidak hanya kondisi jalan yang menawarkan beragam risiko. “Sesampai di Lubuk Bigau, untuk ke Kebun Tinggi kami harus jalan kaki sejauh 2 kilometer, karena memang mobil tidak bisa sampai ke sana. Tapi kalau memaksa pakai mobil, harus masuk sungai dulu. Jadi kami putuskan mobil hanya sampai Lubuk Bigau,” ucap Zulfah. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Alumni Unpad Diharapkan Terus Jaga Eksistensi untuk Membangun Riau

PEKANBARUPOS.COM – Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR)  Dr drh Chaidir MM berharap ...