Bukan di Konsesi, PT Arara Abadi Tetap Turunkan Tim dan Helikopter Tangani Karhutla Siak

Berita696 Views

PEKANBARUPOS.COM, SIAK — PT Arara Abadi memperkuat dukungan terhadap penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Siak dengan menurunkan personel pemadam dan armada udara ke lokasi kebakaran yang berada di luar areal konsesi.

Kebakaran terjadi di lahan masyarakat di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, sekitar 1,5 kilometer dari batas luar konsesi perusahaan. Meski berada di luar wilayah konsesi, lokasi tersebut dinilai memiliki potensi ancaman apabila api berkembang dan bergerak menuju kawasan HTI.

Tim patroli dan Posko Mitigasi PT Arara Abadi mendeteksi keberadaan api pada Selasa (18/8/2026). Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan menggunakan drone serta pengerahan tim RPK dan TRC ke lokasi.

Dua helikopter water bombing disiapkan untuk memperkuat pemadaman. Helikopter PK-KII melakukan 13 kali water dropping, sementara N16FH/S70 melakukan 18 kali water dropping. Kedua helikopter menggunakan bucket dengan kapasitas 5.000 liter.

Operational Head RPK/TRC PT Arara Abadi di lapangan, Angga Saprianto, didampingi Fire Marshall Aidil Bhakti mengatakan bahwa tim perusahaan langsung bergerak setelah mendapatkan informasi mengenai titik api.

“Begitu api terpantau pada Selasa, 18 Agustus, tim RPK langsung melakukan pengecekan dan size up dengan penggunaan drone untuk melihat kondisi ril api serta penanganan di lapangan nantinya. Lokasi kebakaran berada sekitar 1,5 kilometer dari batas luar konsesi perusahaan. Karena kondisi angin yang berdekatan dengan pinggir laut dan karakteristik lahan dapat menyebabkan api berkembang serta berpotensi merambat menuju kawasan HTI, kami mengambil langkah antisipatif dengan mengerahkan 2 unit helikopter water bombing berkapasitas bucket 5.000 liter, mengingat sumber air juga sulit” ujarnya.

Selama dua hari penanganan, tim RPK PT Arara Abadi bersama unsur lainnya melakukan upaya pengendalian api. Pada hari kedua, kekuatan di darat ditambah dengan keterlibatan Manggala Agni Daops Siak, BPBD dan masyarakat.

Aidil mengatakan penanganan Karhutla harus dilakukan secara bersama karena setiap lokasi memiliki tantangan yang berbeda.

“penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan sekaligus koordinasi lintas pihak. Karena itu, tim RPK PT Arara Abadi terus melakukan pemadaman selama dua hari dan memperkuat koordinasi dengan unsur pemerintah, Manggala Agni, BPBD, serta masyarakat.

“Pada hari kedua, pemadaman kami lakukan secara bersama-sama dengan Manggala Agni Daops Siak, BPBD dan masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat penting karena penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Tujuan kami adalah api dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang ke area yang lebih luas, untuk mengatasi air yang sulit, ” tambahnya.

Direktur PT Arara Abadi Edi Haris, MZ, menilai penanggulangan Karhutla membutuhkan komitmen bersama dan tidak dapat dibatasi oleh sekat wilayah.

“Karhutla merupakan tantangan yang membutuhkan respons cepat, terukur dan kolaboratif. Ketika terdapat kebakaran di sekitar wilayah operasional yang berpotensi meluas menuju kawasan perusahaan, kami tidak menunggu sampai api memasuki konsesi. Tim RPK langsung bergerak melakukan upaya pemadaman dan mengerahkan dukungan water bombing sebagai upaya penguatan pemadaman api,” tegasnya.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga lingkungan dan masyarakat dari dampak Karhutla.

“Kita berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau, Satgas Karhutla, Manggala Agni, BPBD, aparat, pemerintah daerah dan masyarakat. Kolaborasi ini bukan hanya untuk melindungi kawasan perusahaan saja, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam mencegah dampak Karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat, bagi PT Arara Abadi bahwa penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, aparat, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya,” tambah Edi Haris.

Manggala Agni Daops Siak, Ihsan, mengapresiasi dukungan yang diberikan berbagai pihak selama proses pemadaman berlangsung.

“Pemadaman Karhutla membutuhkan sinergi dan dukungan semua pihak. Kehadiran tim RPK PT Arara Abadi, Manggala Agni, TNI/POLRI, BPBD, dan masyarakat Peduli Api di lapangan menjadi kekuatan bersama untuk mempercepat pengendalian api. Dukungan water bombing juga sangat membantu dalam menjangkau dan melakukan pembasahan pada area yang sulit ditangani secara langsung dari darat,” ujarnya.

Selain melakukan water bombing, helikopter PT Arara Abadi-APP Group juga membantu pengisian dua unit Polda Tank yang ditempatkan di lokasi minim sumber air. Masing-masing tank memiliki kapasitas sekitar 5.600 liter.

Ihsan kembali mengingatkan bahwa kecepatan dalam mendeteksi dan menangani titik api menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran berkembang.

“Yang paling penting adalah bagaimana api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas. Pencegahan harus dilakukan sedini mungkin. Karena itu, koordinasi, pemantauan dan respons cepat dari seluruh pihak menjadi sangat penting dalam menghadapi karhutla.***