Home » Kabar Kota » Warga Pinggiran Sungai Kampar Tolak Saran DPRD Riau Untuk Direlokasi

Warga Pinggiran Sungai Kampar Tolak Saran DPRD Riau Untuk Direlokasi

PEKANBARUPOS.COM (PPC),PEKANBARU – Ketua DPRD Riau Septina Primawati saat meninjau ke lokasi banjir di Desa Buluhcina Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, menyarankan agar korban banjir yang bermukim di belantaran Sungai Kampar segera direlokasi ke tempat yang aman.

“Ternyata ada juga keinginan masyarakat untuk direlokasikan, tadi saya tanya cuma mereka jawab tidak punya uang. Barangkali ini perlu jadi bahan pertimbangan pemerintah untuk segera mencarikan solusi,” kata Septina di sela-sela kunjungannya ke Lokasi Banjir, Kampar, Rabu.

Septina mengaku sangat khawatir dengan kondisi masyarakat, mengingat pemukiman warga yang sangat dekat dengan sungai, tentu menjadi titik rawan bencana banjir akan luapan air sungai.

“Rumah masyarakat bagian dalam airnya cukup tinggi, sepinggang. Pemerintah harus segera membicarakan apakah solusi terbaik direkolasikan atau dibuatkan rumah panggung,” kata Istri mantan Gubernur Riau Rusli Zainal ini.

Dia sempat berdialog singkat dengan warga setempat, di tengah tinjauan itu pula, Septina juga menyalurkan bantuan logistik diantaranya 100 paket barang untuk kebutuhan korban bencana banjir.

Sementara, Kepala Desa Buluhcibah M. Ralis mengungkapkan 100 rumah terendam banjir dengan 400 jiwa warganya mengungsi, dampak dari banjir telah melumpuhkan perekonomian masyarakat yang beprofesi sebagai petani. “Lahan pertanian mereka habis karena banjir,” ujarnya.

Pihaknya mengaku telah membuka posko banjir yang menyediakan fasilitas kesehatan, makanan, serta dapur umum yang telah dibuka.

“Posko sudah kami buka, ada fasilitas berobat gratis seperti obat gatal-gatal disediakan,” klaimnya.

Ketika dimintai keterangan seorang warga Desa Buluh Cina, Eti (38) mengungkapkan keluhannya saat banjir melanda pemukiman yang mereka tinggali.

“Sudah kurang lebih seminggu begini (banjir), kalau dampak tentu ada, saya kan pedagang, kadang-kadang jualan tidak laku, ekonomi sulitlah istilahnya,” papar Eti.

Rumah yang ditinggali Eti, persis berada dibelantaran sungai sehingga banjir menjadi bencana musiman kerap melanda jika terjadi luapan air sungai, kini Dia menggantungkan harapan pada  Pemerintah, agar segera mencarikan solusi.

Saat disinggung apakah berkemungkinan warga setempat untuk direlokasi, dirinya pribadi mengatakan tidak bersedia.

“Kalau untuk pindah saya tidak mau, mata pencaharian saya di sini, anak juga sekolah disini sulit mau urus ini itu,” ujarnya. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pengembangan Ekowisata di Wakatobi Wujud Sinergi Jasa Raharja Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

PEKANBARUPOS.COM, JAKARTA – Jasa Raharja bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mendukung pengembangan ...