Ledakan AI Picu Krisis RAM dan SSD, Harga PC dan Laptop Terancam Melonjak

Teknologi39 Views

Industri komputer global tengah menghadapi tekanan baru akibat krisis pasokan RAM dan SSD yang dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini diperkirakan akan berdampak langsung pada kenaikan harga PC dan laptop dalam beberapa waktu ke depan, termasuk di pasar Indonesia.

Lonjakan permintaan komponen memori terjadi seiring masifnya pengembangan server AI, pusat data (data center), dan komputasi berperforma tinggi. Produsen chip memori kini lebih memprioritaskan pasokan untuk kebutuhan AI karena menawarkan margin keuntungan lebih besar dibandingkan pasar konsumen seperti PC dan laptop.

Akibatnya, pasokan RAM dan SSD untuk perangkat konsumen menjadi semakin terbatas. Sejumlah analis industri menyebutkan bahwa ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan ini mendorong harga memori terus merangkak naik sejak akhir 2025 dan diperkirakan berlanjut sepanjang 2026.

Dampak krisis ini mulai dirasakan produsen perangkat komputer. Biaya produksi PC dan laptop meningkat karena harga komponen utama, khususnya RAM dan SSD, menyumbang porsi signifikan dalam struktur biaya. Kondisi tersebut membuat produsen hampir tidak memiliki pilihan selain menyesuaikan harga jual ke konsumen.

Tak hanya produsen, konsumen juga berada dalam posisi sulit. Laptop dan PC dengan spesifikasi menengah hingga tinggi berpotensi mengalami kenaikan harga paling signifikan, mengingat perangkat tersebut membutuhkan kapasitas memori besar untuk mendukung multitasking dan aplikasi modern, termasuk fitur berbasis AI.

Situasi ini diperparah oleh strategi produsen chip memori yang lebih selektif dalam memenuhi permintaan pasar. Fokus industri kini bergeser dari volume penjualan ke optimalisasi keuntungan, seiring melonjaknya kebutuhan memori berkecepatan tinggi untuk pelatihan dan operasional model AI skala besar.

Meski demikian, pelaku industri berharap kondisi ini bersifat sementara. Beberapa produsen chip global dikabarkan tengah meningkatkan kapasitas produksi, namun hasilnya diperkirakan baru akan terasa dalam jangka menengah. Hingga saat itu, harga perangkat komputer diproyeksikan tetap berada dalam tren naik.

Bagi konsumen, para analis menyarankan agar lebih cermat dalam merencanakan pembelian perangkat. Membeli perangkat sebelum kenaikan harga lanjutan atau memilih spesifikasi yang sesuai kebutuhan dinilai menjadi langkah rasional di tengah ketidakpastian pasar komponen global.

Krisis RAM dan SSD akibat ledakan AI menandai babak baru dalam industri teknologi, di mana perkembangan kecerdasan buatan tidak hanya membawa inovasi, tetapi juga menimbulkan tekanan serius pada rantai pasok dan harga perangkat elektronik di pasar global.