Home » Kabar Kota » 13 Unit Bus TMP Ukuran Besar Terpaksa Diparkirkan, Ini Penyebabnya

13 Unit Bus TMP Ukuran Besar Terpaksa Diparkirkan, Ini Penyebabnya

PEKANBARUPOS.COM (PPC),PEKANBARU – Sebanyak 13 unit Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) berukuran sedang terpaksa diparkirkan. Bus berkapasitas 58 penumpang tersebut sebelumnya beroperasi di empat koridor.

Yakni koridor 4a rute Ramayana Sudirman – Pasar Tangor, kemudian koridor 4b rute Ramayana Sudirman – Terminal BRPS, selanjutnya koridor 8a rute Depan Kantor Walikota – Kampus Unilak dan koridor 8b rute Unilak – Palas.

“Sesuai dengan hasil evaluasi yang sudah kita lalukan, ternyata di empat koridor tersebut tidak cocok dilewati bus TMP ukuran besar. Karena jumlah penumpangnya agak kurang dan kapasitas lebar jalanya kurang memungkinkan,”kata Kepala UPTD Pengawasan dan Pengelolan Angkutan Perkotaan (PPAP) Dishub Kota Pekanbaru Wisnu Harianto, Senin

Pihaknya terpaksa menggantikan 13 unit bus TMP ukuran besar tersebut dengan bus TMP ukuran sedang berkapasitas 35 penumpang. Bus berkuran sedang ini merupakan bantuan dari Kementrian Perhubungan RI tahun 2016.

“Dulu kami operasikan bus besar karena surat dan administrasi bus sedang ini kan belum tuntas. sekarang sudah selesai semua dan sudah diserahterimakan, makanya sekarang kita operasikan. Kalau kita biarkan terparkir saja kan nanti bisa rusak mesinya,”imbuhnya.

Saat ini bus ukuran besar yang tidak lagi dioperasikan tersebut diparkirkan di terminal BPRS Pekanbaru. Namun pihaknya mengaku akan menjadikan bus tersebut sebagai alternatif jika ada bus besar lainya yang bermasalah. Sebab disejumlah koridor saat ini masih dilayani bus ukuran besar. Yakni di koridor 1,2,3 dan 6.

“Yang bus besar itu kita tarik dan kita parkirkan di terminal, karena kita bukan menambah hanya mengganti saja. Itu nanti kita jadikan bus cadangan, jadi tetap kita rolling pemakaiannya,”katanya.

Meski di beberapa koridor yang masih dilewati bus TMP ukuran besar kerap terjadi kemacetan, namun pihaknya mengaku tidak akan menggantinya dengan bus ukuran sedang. Bahkan kedepan pihaknya akan mengusulkan bus sambung seperti Bus Trans Jakarta.

“Kalau jumlah penumpangnya banyak kan tidak mungkin kita ganti bus kecil. Malah kita akan usulkan bus gandeng di Jakarta. Sekarang masih dalam tahap perencanaan, kita evaluasi dulu satu tahun ini,”katanya.

Seperti diketahui, saat ini Dishub hanya mengoperasikan sebanyak 45 unit bus TMP untuk di delapan koridor. Sedangkan dua koridor lainnya belum diaktifkan kerana anggaran operasional belum tersedia.

“Kami hanya punya anggaran biaya operasional untuk 45 bus. Sementara itu, sisa bus kini berada di Terminal BPRS. Bus itu selalu kami roling pengoperasiannya,” jelasnya.

Dengan jumlah bus yang kini beroperasi, pihaknya tidak menampik adanya penurunan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa bus TMP, terutama pada jarak tunggu bus satu dengan lainnya. Kondisi karena 50 unit bus yang dulu dikelola PT Sarana Pembangunan Pekanbaru sudah habis kontraknya.

“Dulu ada sebanyak 80 bus TMP yang beroperasi. Sebanyak 30 unit Dishub yang mengelola dan 50 unit oleh PT SPP. Kini hanya tinggal 45 unit yang beroperasi. Sehingga jarak tunggu cukup lama berkisar 15 – 30 menit,”katanya.

Idealnya, kata Wisnu, untuk Pekanbaru mesti memiliki sebanyak 130 unit bus TMP yang dioperasikan di 10 koridor yang ada. Sehingga jarak tunggunya semakin singkat.

“Mestinya 130 unit, dengan jumlah segitu, jarak tunggu hanya berkisar 5-10 menit saja,”kata dia. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pengembangan Ekowisata di Wakatobi Wujud Sinergi Jasa Raharja Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

PEKANBARUPOS.COM, JAKARTA – Jasa Raharja bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mendukung pengembangan ...